Lampung Utara, Release24.online – PMII melalui Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Lampung Utara sukses menggelar seminar bertajuk “Pendidikan Perempuan Pandai dan Berdaya: Literasi Keuangan, Digital, dan Kecerdasan Buatan” di Pondok Pesantren Daarul Khair, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari kader PMII, pelajar, hingga santriwati dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Lampung Utara. Seminar tersebut menjadi ruang edukasi bagi perempuan muda untuk meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi dan tantangan era digital.
Ketua Kopri PMII Cabang Lampung Utara, Nur Aftika Maftuha, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mencetak perempuan yang cerdas, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Perempuan pesantren harus pandai, berdaya, dan tidak gagap terhadap perubahan zaman. Melalui literasi keuangan, digital, dan kecerdasan buatan, kami ingin memastikan santriwati dan kader PMII siap menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Kopri PMII Cabang Lampung Utara bersama Lazisnu PBNU dan Lazisnu PWNU Lampung. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan literasi berbasis pesantren.
Dalam seminar itu, tim pemateri dari Lazisnu PBNU dan Lazisnu PWNU Lampung menyampaikan sejumlah materi penting, mulai dari literasi keuangan, literasi digital, hingga pengenalan kecerdasan buatan (AI).
Materi literasi keuangan membahas pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran, hingga prinsip keuangan syariah untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Sementara pada sesi literasi digital, peserta diberikan pemahaman mengenai keterampilan digital dasar, keamanan siber, dan pemanfaatan teknologi untuk pendidikan maupun wirausaha.
Adapun pada sesi pengenalan AI, peserta dikenalkan dengan konsep dasar kecerdasan buatan, peluang pemanfaatannya di dunia pendidikan dan kerja, serta pentingnya etika penggunaan teknologi di lingkungan pesantren.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain mendapat materi, peserta juga diajak berdiskusi terkait tantangan perempuan muda dalam menghadapi era transformasi digital.
Seminar tersebut turut dihadiri pimpinan pondok pesantren, dewan guru, serta sejumlah senior alumni PMII Lampung Utara. Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Khair, KH. Andi Komarhadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum, dan penguasaan teknologi.
Menurutnya, perempuan pesantren harus memiliki kemampuan literasi yang kuat agar mampu bersaing dan memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kopri PMII Lampung Utara berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan ilmu dan wawasan yang telah diperoleh selama seminar berlangsung. Red
