Lampung Utara, Release24.online – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Utara menggelar kegiatan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta, serta ikhtiar spiritual untuk mendoakan para masyayikh, pendiri, alumni, dan kader PMII Lampung Utara yang telah wafat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, kader, alumni, serta keluarga besar PMII Lampung Utara. Melalui lantunan tahlil, dzikir, dan doa, seluruh peserta memanjatkan harapan agar para masyayikh dan kader yang telah mendahului mendapatkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ketua PC PMII Lampung Utara, Feny Sri Ayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang senantiasa dijaga dan dilestarikan oleh PMII. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, tahlil dan doa bersama juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat ikatan batin antar kader.
“Para masyayikh, pendiri, alumni, dan kader yang telah berpulang memiliki jasa besar dalam membangun tradisi keilmuan, pengabdian, serta perjuangan PMII di Lampung Utara. Melalui tahlil dan doa bersama ini, kita mengenang jejak perjuangan mereka sekaligus berkomitmen melanjutkan cita-cita yang telah mereka tanamkan,” ujarnya. Jum’at, (12/6/26).
Senada dengan itu, Ketua II PC PMII Lampung Utara, Arip Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa perjuangan tidak hanya diwujudkan melalui gerakan intelektual dan sosial, tetapi juga melalui doa serta penghormatan kepada para pendahulu yang telah memberikan teladan bagi generasi penerus.
“Tradisi mendoakan para pendahulu merupakan bagian penting dari nilai-nilai keaswajaan yang harus terus dirawat. Dari mereka kita belajar tentang keikhlasan, pengabdian, dan semangat perjuangan yang menjadi fondasi gerakan PMII,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PC PMII Lampung Utara berharap semangat kebersamaan, nilai keikhlasan, serta tradisi keaswajaan yang diwariskan para masyayikh dapat terus hidup dalam setiap langkah perjuangan kader.
Dengan demikian, PMII akan terus menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkhidmat untuk umat, bangsa, dan negara.
Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama mengirimkan doa dan Al-Fatihah untuk para masyayikh, pendiri, alumni, serta kader PMII Lampung Utara yang telah mendahului.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.” Red
