Lampung Utara, Release24.online – Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lampung Utara mengecam keras maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kotabumi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, sedikitnya telah terjadi tiga kali aksi curanmor dalam waktu berdekatan. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman di tengah warga.
Ironisnya, dalam beberapa kejadian tersebut, wajah pelaku telah terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV) dan bahkan telah tersebar luas di masyarakat. Namun hingga saat ini, pelaku belum juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Ketua KOPRI PC PMII Lampung Utara, Aftika, menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya respons dan penanganan aparat penegak hukum terhadap kasus yang meresahkan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal pencurian biasa, tetapi sudah menyangkut rasa aman masyarakat. Ketika wajah pelaku sudah jelas dan beredar luas namun belum ada penangkapan, ini menjadi pertanyaan serius terhadap kinerja aparat,” tegas Aftika. Jum’at (27/3/26).
KOPRI PC PMII Lampung Utara mendesak Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Utara untuk segera mengambil langkah konkret, cepat, dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut serta menangkap pelaku.
Selain itu, mereka juga meminta peningkatan patroli keamanan di titik-titik rawan serta langkah preventif yang lebih masif guna mencegah kejadian serupa terus berulang.
Warga Kotabumi sendiri mengaku semakin khawatir dengan situasi ini. Mereka berharap aparat kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menunjukkan tindakan nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mendesak pihak kepolisian, khususnya Kasat Reskrim, untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus ini serta memastikan pelaku segera ditangkap,” pungkas Aftika.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus curanmor yang meresahkan masyarakat Kotabumi tersebut. Red
