Dusun Pematang Rindu,https://release24 — Program bantuan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan gizi siswa sekolah dasar justru dilaporkan mandek selama beberapa bulan terakhir di SDN 2 Menanga Siamang, kecamatan banjit.Sabtu ,14 Februari 2026.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak sekolah dan para wali murid yang menilai ada kelalaian serius dari pihak yang bertanggung jawab menyalurkan program tersebut.
Seorang guru di sekolah itu mengungkapkan kekecewaannya karena hingga kini tidak ada kejelasan resmi mengenai penyebab terhentinya bantuan. “Sudah lama tidak ada penyaluran, padahal anak-anak sangat membutuhkan. Kami mempertanyakan kenapa bisa berhenti tanpa pemberitahuan jelas,” tegasnya.
Para wali murid bahkan menilai penghentian ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan koordinasi. Mereka menilai program yang seharusnya menjadi prioritas kesejahteraan siswa justru terkesan diabaikan. “Kalau memang ada kendala, seharusnya ada penjelasan. Jangan sampai hak anak-anak terkesan disepelekan,” ujar salah satu orang tua siswa dengan nada kecewa.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah program bantuan pendidikan benar-benar diawasi secara serius, atau justru terhambat oleh kelalaian administrasi dan koordinasi antarinstansi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan terhentinya penyaluran MBG tersebut.
Masyarakat mendesak agar instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi terbuka, menjelaskan penyebab mandeknya program, serta memastikan penyaluran kembali berjalan. Mereka menegaskan bahwa bantuan untuk siswa bukan sekadar program formalitas, melainkan kebutuhan nyata yang tidak boleh diabaikan.
Kami selaku awak media sudah konfirmasi via washaap kepada pengelola sppg unit banjit,tetapi belum ada respon dari yang bersangkutan.(terkait)
