Penulis: Sandi Fernanda
Lampung, Release24.online – Duka akibat kerusakan lingkungan di Sumatera akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab masih terasa mendalam dan belum hilang dari ingatan. Oleh karena itu, kabar tentang pengungkapan praktik tambang ilegal di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, oleh Polda Lampung beberapa hari terakhir menjadi berita yang sangat penting.
Praktik tambang ilegal bukanlah masalah sepele. Selain merugikan keuangan negara secara signifikan, dampaknya jauh lebih mengerikan karena mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan. Kerusakan tanah, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem adalah warisan pahit yang akan ditanggung oleh generasi mendatang jika masalah ini dibiarkan.
Sandi Fernanda, perwakilan dari Generasi Milenial Peduli Lampung (GEMPAL), memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bahkan memberikan “jempol 4” kepada Kapolda Lampung atas keberanian dan keseriusannya dalam mengungkap kasus ini. Apresiasi ini sangat layak diberikan karena menunjukkan adanya penegakan hukum yang nyata terhadap kejahatan lingkungan.
Namun, seperti yang ditegaskan oleh Sandi, persoalan ini tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Pernyataannya bahwa kasus ini “musti ditelusuri dan dituntaskan sampai pada akar-akarnya” adalah seruan yang sangat tepat. Tambang ilegal seringkali memiliki jaringan yang luas dan rumit. Jika hanya menindak pelaku di lapangan tanpa menggali lebih dalam siapa saja yang terlibat di belakang layar, maka praktik ini kemungkinan besar akan muncul kembali di tempat atau waktu yang berbeda.
Ini adalah kejahatan lingkungan yang luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya harus komprehensif dan tuntas. Selain penindakan hukum, upaya pemulihan lingkungan yang telah rusak juga harus menjadi prioritas.
Semoga langkah tegas Polda Lampung ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar, di mana hukum benar-benar ditegakkan dan alam kita terjaga dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Perjuangan untuk melindungi lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, dan langkah ini adalah bukti bahwa ketika kita bersatu dan bertindak, perubahan positif bisa terjadi. (*)
