Lampung, Release24.online – Ketua Umum ARMADA, Aris Tama, menegaskan bahwa Bendungan Way Rarem bukan sekadar infrastruktur pengairan, melainkan sebuah warisan pembangunan yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Utara. Minggu, (7/6/26).
Sebagai putra daerah asal Pekurun, Way Rarem, Lampung Utara, Aris menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Way Rarem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pembangunan daerah serta kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.
Menurutnya, sejak dibangun pada dekade 1980-an, Way Rarem telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian melalui sistem irigasi yang menopang ribuan hektare lahan pertanian. Selain itu, kawasan tersebut juga berkembang menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor perikanan, ekonomi kerakyatan, hingga destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Way Rarem bukan sekadar bendungan. Ia adalah simbol sejarah pembangunan Lampung Utara, simbol ketahanan pangan, dan bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat dari generasi ke generasi,” ujar Aris Tama.
Aris menilai, generasi muda perlu memahami dan menghargai sejarah pembangunan Way Rarem sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, sebuah pembangunan tidak hanya dinilai dari megahnya bangunan yang berdiri, tetapi juga dari dampak positif yang terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Bagi masyarakat Pekurun dan Way Rarem, bendungan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik. Ia merupakan saksi perjalanan pembangunan daerah, sumber kehidupan masyarakat, sekaligus bagian dari identitas dan kebanggaan Lampung Utara yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Lebih lanjut, Aris menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi kawasan Way Rarem, mulai dari persoalan lingkungan, sedimentasi, hingga kebutuhan pengembangan dan revitalisasi kawasan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan perhatian serius demi menjaga fungsi strategis bendungan tersebut di masa mendatang.
“Daerah yang maju bukan hanya daerah yang mampu membangun, tetapi juga daerah yang mampu merawat dan menjaga warisan pembangunannya. Way Rarem harus dipandang sebagai aset strategis yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan yang sangat berharga bagi masa depan Lampung,” tegasnya.
Aris juga mengajak pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan Bendungan Way Rarem agar tetap menjadi sumber manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Way Rarem adalah bukti bahwa pembangunan yang dirancang dengan baik mampu mengubah kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus terus dirawat sebagai warisan sejarah, simbol kemajuan, dan modal pembangunan berkelanjutan bagi Lampung di masa depan,” tutup Aris Tama. Red
