JAKARTA, Release24.online — Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA), Aris Tama, menilai Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni harus menjadi momentum refleksi terhadap arah pembangunan nasional dan keberpihakan negara kepada rakyat.
Menurut Aris, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi cita-cita peradaban yang diwariskan para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, berdaulat, dan sejahtera.
“Pancasila adalah kompas moral dan arah pembangunan bangsa. Persoalannya hari ini bukan pada kurangnya peringatan seremonial, tetapi pada sejauh mana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kebijakan publik dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Aris dalam keterangannya, Senin (1/6).
Ia menyoroti masih terjadinya ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, serta praktik pembangunan yang kerap mengabaikan aspirasi masyarakat terdampak. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara cita-cita Pancasila dengan realitas yang dihadapi rakyat.
Aris menegaskan bahwa sila-sila Pancasila mengandung pesan tentang keadilan sosial, penghormatan terhadap kemanusiaan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta keterlibatan rakyat dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Ukuran yang lebih penting adalah apakah rakyat semakin sejahtera, apakah lingkungan tetap terjaga, dan apakah keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan bahwa kemajuan tersebut berjalan seiring dengan pemerataan, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan terhadap hak-hak rakyat.
“Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata. Kebesaran bangsa tidak ditentukan oleh seberapa sering Pancasila diucapkan, tetapi oleh seberapa konsisten nilai-nilainya diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Aris. Red
