JAKARTA, Release24.online — Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Ketua Umum Aliansi Rakyat Mahasiswa Anak Daerah (ARMADA), Aris Tama, menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan akses pendidikan atau informasi, melainkan krisis fokus, lemahnya support system, dan minimnya ruang pengembangan diri di tengah derasnya distraksi digital.
Menurut Aris, semangat kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai momentum membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, sosial, dan ekonomi. Di era media sosial yang serba cepat, banyak anak muda memiliki potensi besar, namun kehilangan arah akibat tekanan sosial, budaya perbandingan, hingga ketidakpastian masa depan.
“Generasi muda hari ini membutuhkan support system yang sehat, ruang bertumbuh, dan lingkungan yang mampu mendorong keberanian mencoba. Anak muda tidak cukup hanya dikritik, tetapi juga perlu didukung agar mampu bangkit dari kegagalan dan membangun kepercayaan diri,” ujar Aris dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai kebangkitan generasi muda tidak cukup dibangun melalui pendidikan formal semata, tetapi juga membutuhkan penguatan komunitas berbasis pemberdayaan, salah satunya melalui pengembangan socialpreneur club sebagai wadah membangun kepemimpinan sosial sekaligus kemandirian ekonomi anak muda.
Menurutnya, konsep socialpreneur menjadi semakin relevan di tengah tantangan pengangguran, kesenjangan sosial, dan perubahan pola ekonomi digital. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum untuk membangkitkan kesadaran generasi muda agar fokus pada masa depan, membangun jejaring positif, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi lingkungan sosial,” katanya.
Aris menegaskan, kebangkitan bangsa pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini. Karena itu, negara, keluarga, organisasi kepemudaan, dan masyarakat perlu hadir sebagai ekosistem pendukung agar anak muda tidak kehilangan arah di tengah cepatnya perubahan zaman.
Bagi ARMADA, Hari Kebangkitan Nasional 2026 tidak cukup dimaknai sebagai peringatan historis, tetapi juga refleksi untuk memastikan generasi muda memiliki ruang tumbuh, keberanian berinovasi, serta ekosistem sosial yang sehat menuju Indonesia yang lebih berdaya. Red
